Selasa, 30 Desember 2008 | 19:47
Walau di hari penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan bisa sedikit menguat menjadi 1355,408 (1,08%), kinerja bursa selama satu tahun ini boleh dibilang cukup menyedihkan. Para investor pasar modal pun tahun ini harus bisa maklum kalau melihat portofolio sahamnya anjlok drastis. Lihat saja IHSG sebagai indikator kondisi pasar sudah melorot 50,64% dibandingkan tahun lalu.
Kalau kita bandingkan dengan kondisi bursa pada beberapa tahun belakangan, tahun ini kondisi bursa sungguh mengerikan. Turun drastis sampai batas yang tidak terbayangkan, hingga otoritas bursa pun terpaksa harus menghentikan perdagangan di pasar modal dalam beberapa hari.
Kembali saham Bumi Resources Tbk menjadi pembicaraan para investor, setelah tahun ini sempat menanjak untuk menjadi perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Setelah sempat mengungguli Telekomunikasi Indonesia Tbk sebagai perusahaan paling bergengsi di BEI, harga saham perusahaan tambang batubara ini pun seperti terjun bebas. Para pemegang saham BUMI dalam 1 tahun ini harus mau menelan kerugian penurunan harga saham sebesar 84,83%.
Untuk tahun ini, kembali Telekomunikasi Indonesia Tbk menjadi perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Disusul oleh Bank Central Asia Tbk, Unilever Indonesia Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Astra International Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk, Indosat Tbk, Semen Gresik (Persero) Tbk, dan INCO TBK. Kalau kita perhatikan, harga saham perusahaan blue chip ini semuanya melorot, kecuali Unilever.
Untuk saham-saham yang memberikan hasil investasi terbesar tahun ini tercatat
1. Bintang Mitra Semestaraya Tbk (121,48%),
2. Resource Alam Indonesia Tbk (103,49%),
3. Prasidha Aneka Niaga Tbk (96,08%),
4. Lionmesh Prima Tbk (74,11%),
5. Lion Metal Works Tbk (53,15%).
Sementara saham-saham yang memberikan hasil investasi terburuk tahun ini adalah
1. Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (96,48%),
2. Polysindo Eka Perkasa Tbk (95%),
3. Energi Mega Persada Tbk (94,26%),
4. Sumalindo Lestari Jaya Tbk (94,36%),
5. Darma Henwa Tbk (92,65%).
Market Cap | Perubahan Harga YTD | Harga Terakhir | |
Indeks Harga Saham Gabungan | 1.017.120.000.000.000 | -50,638 | 1355,408 |
Telekomunikasi Indonesia Tbk | 139.104.000.000.000 | -30,971 | 6.900 |
Bank Central Asia Tbk | 80.128.780.000.000 | -10,959 | 3.250 |
Unilever Indonesia Tbk | 59.514.000.000.000 | 15,556 | 7.800 |
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk | 56.410.180.000.000 | -38,176 | 4.575 |
Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk | 42.718.960.000.000 | -39,414 | 1.860 |
Astra International Tbk | 42.710.140.000.000 | -61,355 | 10.550 |
Bank Mandiri (Persero) Tbk | 42.332.010.000.000 | -40,388 | 2.025 |
Indosat Tbk | 31.245.120.000.000 | -33,526 | 5.750 |
Semen Gresik (Persero) Tbk | 24.764.100.000.000 | -25,446 | 4.175 |
INCO TBK | 19.177.130.000.000 | -79,444 | 1.930 |
Djumyati Partawidjaja Bloomberg - http://www.kontan.co.id/index.php/Investasi/news/6091/Mendung_Mengelayuti_Bursa_Efek_Indonesia
Semoga bermanfaat.
ES
Investasikan Dunia Mu Untuk Akherat Mu
DISCLAIMER ON Share
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.