Copas artikel yg menurut saya sangat menarik.
Insya Allah menjadi pencerahaan bagi kita semua... aamiiiin...
Isnya
Allah semua penyakit dan rasa sakit yang sedang kita derita juga
diangkat dan disembuhkan Allah subhanahu wa ta'ala... aamiiiin...
Artikel ini bisa juga dikaitkan dengan dagang saham, misal kita bikin sendiri pertanyaan2:
4) apakah kita sudah meyakini rizki itu adalah karunia Allah... bukan karena kepintaran dan keahlian kita semata ?
5) monggo dibikin sendiri pertanyaannya... kalau boleh sharing juga ke kita-kita di milis.
Insya Allah bermanfaat.
=====
Kalau Bisa Mengobati Diri Sendiri, Kenapa Harus Ke
Dokter?
Oleh: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri
Pendahuluan:
Alhamdulillah, shalawat dan salam
semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Kehidupan dunia ini sarat dengan lika-liku yang sangat dinamis. Kadangkala Anda
dalam keadaan berbahagia, dan tidak jarang Anda dirundung duka dan nestapa.
Hari ini urusan Anda begitu mudah, semudah membalikkan telapak tangan Anda,
akan tetapi kemarin urusan Anda begitu seret bak memasukkan gajah ke dalam
lubang jarum. Begitulah seterusnya fenomena kehidupan yang anda dan juga saya
jalani di dunia ini.
Di antara dinamika kehidupan yang pasti
pernah mewarnai hidup Anda ialah sakit dan sehat. Bisa jadi, hari ini fisik
anda sedang menderita gangguan kesehatan alias sakit. Walau demikian, tidak
perlu berkecil hati, apalagi patah arang, karena kemaren Anda segar bugar. Dan
besarkan hatimu, esok hari andapun –dengan izin Allah- akan kembali sehat wal
afiat.
Tiada Penyakit Melainkan Ada Penawarnya
Allah Yang Maha Bijaksana, telah
menciptakan makhluq-Nya dengan berpasang-pasang. Allah Ta’ala berfirman
(yang artinya), "Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasang
supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah." (QS. Az Dzariyat 49).
Ketentuan ini berlaku pada seluruh makhluk-Nya, tidak terkecuali pada berbagai
penyakit yang menimpa manusia. Tidaklah ada suatu penyakit, melainkan Allah
telah menurunkan penawarnya. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Setiap penyakit ada
obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya
akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla." (HR. Muslim). Pada
hadits lain, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah Allah menurunkan
suatu penyakit, melainkan telah menurunkan untuknya obat, hal itu diketahui
oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak
mengetahuinya." (HR. Ahmad dan At Thobroni. Dinyatakan sebagai hadits shohih oleh Al
Hakim).
Fakta ilahi ini tentunya patut disyukuri, sehingga tidak layak bila anda
menjadi putus asa dan gelap pandangan, hanya karena menderita suatu penyakit.
Milik Siapa Pengobatan Yang Mujarab?
Saudaraku! Coba Anda berusaha mengingat
ketika Anda menderita sakit, berapa banyak biaya pengobatan yang Anda
keluarkan? Mungkin Anda menjawab, banyak sekali. Sampai-sampai kebutuhan saya
yang lainnya menjadi terbengkalai karena dana Anda tersedot habis untuk biaya
pengobatan.
Pengalaman pahit ini mungkin menjadikan
Anda berkata: Alhamdulillah, saya memiliki dana, sehingga bisa mendapatkan
pengobatan. Bagaimana jadinya bila saya tidak memiliki biaya pengobatan?
Bagaimana pula halnya dengan saudaraku-saudaraku yang seret rizkinya, bila
ditimpa penyakit semacam ini? Sampai kapankah mereka harus menahan rintih
sakitnya?
Fakta telah membuktikan bahwa
pengobatan yang bagus nan manjur hanyalah milik orang yang berkantong tebal.
Adapun orang yang berkantong tipis, apalagi tidak memiliki kantong sama sekali,
serasa mustahil mendapatkan pengobatan bagus, apalagi manjur. Saya yakin Anda
pasti masih mengingat nasib penderita penyakit atresia biller (kelainan saluran
empedu) yang bernama : Bilqis Anandya Passa. Betapa kedua orang tuanya dan
karib-kerabatnya harus bersusah payah mencari uluran tangan orang lain untuk
membiayai pengobatannya. Bukankah demikian saudaraku?
Saudaraku! Perkenankan saya bertanya:
kapankah rakyat miskin dapat menikmati pengobatan bagus nan mujarab alias
manjur?
Tiba Saatnya Anda Memiliki Pengobatan
Mujarab
Sejatinya, tidak ada yang menghalangi Anda untuk mengenyam pengobatan bagus nan
mujarab, walaupun kantong Anda tipis. Karena begitu bagus, dan mujarab,
pengobatan ini tidak memiliki efek samping yang perlu dikhawatirkan. Tentunya
bila dilakukan dengan cara yang benar. Tahukah anda, pengobatan apa itu?
Di antara pengobatan tersebut ialah:
1- Jampi-jampi dengan bacaan Al Qur'an.
Tidak heran bila Allah
Ta'ala menyebutkan bahwa salah satu fungsi Al Qur'an diturunkan kepada umat
manusia adalah agar menjadi penawar penyakit yang mereka derita. Allah
Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Kami turunkan Al Qur'an, sesuatu yang menjadi penyembuh dan
rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan Al Qur'an tidaklah menambah kepada
orang-orang yang zalim selain kerugian." (QS. Al Isra' 82).
Ibnul Qayyim berkata,"Al Qur'an adalah penawar yang sempurna bagi segala
penyakit hati dan fisik, penyakit dunia dan akhirat. Hanya saja tidak setiap
orang memiliki keahlian, dan dimudahkan untuk mendapat kesembuhan dengannya.
Bila orang yang menderita penyakit, pandai menjalani pengobatan dengan Al
Qur'an; ia menggunakannya tepat pada penyakit yang ia derita, dengan penuh
iman, menerima, dan yakin sepenuhnya; ia memenuhi seluruh syarat pengobatan
dengannya, niscaya tidak ada penyakit yang dapat melawannya. Bagaimana mungkin
ada penyakit yang dapat melawan kalamullah, Tuhan bumi dan langit. Kalamullah
yang bila diturunkan kepada gunung niscaya akan hancur luluh, dan bila
diturunkan kepada bumi niscaya akan terpotong-potong karenanya. Tidaklah ada
suatu penyakit pun, baik penyakit batin ataupun fisik, melainkan dalam Al
Qur'an telah terdapat petunjuk tentang obat, penyebab dan metode pencegahannya.
Fakta ini hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang telah Allah karuniai
pemahaman tentang kitab-Nya. .....Barang siapa yang tidak mendapatkan
kesembuhan dengan Al Qur'an, maka semoga Allah tidak pernah menyembuhkan
penyakitnya. Dan barang siapa tidak merasa cukup dengan Al Qur'an, maka semoga
Allah tidak pernah memberinya kecukupan."(1)
2. Doa Memohon Kesembuhan Kepada Allah.
Anda beriman dan percaya bahwa segala penyakit yang menimpa Anda adalah atas
kehendak Allah?
Mungkin dengan enteng Anda berkata: Tentu saya sepenuhnya beriman dengan hal
itu, tiada keraguan sedikit pun.
Akan tetapi, bila telah tiba saatnya Anda sakit, betapa mudahnya keimanan ini
luntur bahkan terlupakan. Anda ingin tahu buktinya? Bila anda benar-benar
percaya bahwa penyakit yang menimpa Anda adalah karena kehendak Allah, maka
mengapa Anda tidak segera memohon kesembuhan kepada Allah?
Ketika ditimpa sakit, biasanya pertama kali yang Anda lakukan adalah merintih,
berkeluh-kesah, lalu mengkonsumsi obat ringan hingga akhirnya minta pertolongan
dokter. Bukankah demikian Saudaraku?
Kapankah biasanya anda mengangkat kedua tangan Anda, memohon kesembuhan kepada
Allah? Jawabnya: di saat penanganan secara medis mulai dirasa kurang manjur.
Benarkah demikian saudaraku? Demikiankah cerminan dari iman anda bahwa
Allah-lah yang kuasa menimpakan penyakit dan Allah pulalah yang kuasa
menyembuhkannya?
Sudah saatnya bagi kita semua untuk senantiasa mengaplikasikan petuah nabi Ibrahim 'alaihissalam
berikut ini (yang artinya), "Dan apabila aku sakit, maka Dialah Yang
menyembuhkan aku". (QS. As Syu'ara' 80)
Karena itu, dahulu Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam banyak mengajarkan bacaan doa-doa untuk meminta
kesembuhan kepada Allah. Di antara doa-doa yang beliau ajarkan ialah doa
berikut: “Adzhibil baasa Robban Naasi, isyfi wa antasy syaafi, laa syifaa-a
illa syifaa-uka, syifaa-an laa yughodiru saqoman."[Sirnakanlah keluhan
wahai Tuhan seluruh manusia, sembuhkanlah dia, karena Engkaulah Dzat Penyembuh,
tiada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tiada menyisakan
rasa sakit]. (Muttafaqun 'alaih).
Sekarang, sudah saatnya saudaraku bila Anda merasakan gangguan kesehatan, apa
pun bentuknya, dan seberapapun beratnya, untuk segera memohon kesembuhan dari
Allah. Dan tentunya tidak lupa dengan tetap menempuh pengobatan secara medis
sebagaimana mestinya. Tidak etis bagi orang yang beriman untuk senantiasa menjadikan
doa sebagai usaha pengobatan terakhir.
Mengapa Anda Bisa Jatuh Sakit?
Saudaraku! Mungkin selama ini Anda selalu berusaha menjaga kesehatan. Anda
menjauhi segala hal yang Anda yakini dapat menyebabkan Anda jatuh sakit,
menempuh hidup sehat dan bahkan mengkonsumsi suplemen tambahan. Bukankah
demikian saudaraku? Walau demikian, mengapa Anda kadang kala tetap saja jatuh
sakit, bahkan penyakit Anda datang dengan tiba-tiba?
Ketahuilah saudaraku bahwa banyak faktor dan alasan Anda jatuh sakit.
Karenanya, langkah pertama dari pengobatan yang manjur ialah mengenali penyebab
terjadinya penyakit yang menimpa anda. Berikut beberapa hal yang biasanya
menjadi penyebab anda ditimpa penyakit:
1) Ulah anda sendiri.
Telah terbukti secara meyakinkah, baik ditinjau dari kacamata syari'at atau
dari fakta bahwa erat hubungannya antara penyakit yang menimpa Anda dengan ulah
anda sendiri.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dalam kitab tafsirnya bahwa Abul Bilaad adalah
seorang yang menderita buta, sejak ia terlahir dari kandungan ibunya. Ia
bertanya-tanya, bagaimana penerapan ayat di bawah ini pada dirinya, yang telah
menderita buta mata sejak ia dilahirkan. Untuk menjawab keheranannya, ia
bertanya kepada Al 'Ala' bin Bader: "Bagaimana penafsiran firman Allah Ta'ala (yang artinya),
"Dan musibah apapun yang menimpamu, maka itu adalah akibat dari ulah
tanganmu sendiri," padahal aku ditimpa kebutaan sejak aku masih bayi?”
Maka Al 'Ala' menjawab: "Itu adalah akibat dari dosa kedua orang
tuamu."( 2)
Pada ayat lain Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), "Barang siapa yang
mengerjakan kejelekan, niscaya ia akan diberi balasan dengannya." (QS. An Nisa 123).
Qotadah berkata, "Telah
sampai kepada kami bahwa tidaklah ada seseorang yang tergores oleh ranting,
atau terkilir kakinya atau terpelintir uratnya, melainkan akibat dari dosa yang
ia perbuat.(3) "
Karena dari itu, tidak perlu heran bila penyakit yang mengancam hidup umat
manusia di zaman kita ini lebih banyak jenis dan ragamnya. Ini semua dampak
langsung dari kemaksiatan umat manusia yang beraneka ragam pula, melebihi
kemaksiatan umat-umat terdahulu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, "Tidaklah
perbuatan zina meraja lela di suatu kaum, hingga mereka berterang-terangan
ketika melakukannya, melainkan akan ada pada mereka berbagai wabah (tha'un) dan
penyakit yang belum pernah ada pada generasi sebelum mereka."Dan pada sebagian jalur hadits
ini dinyatakan: "Tidaklah perbuatan zina meraja lela di suatu kaum,
melainkan akan banyak kematian di tengah-tengah mereka." (HR. Al Hakim,
At Thobrani dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani menyatakan bahwa hadits ini
shahih).
Demikianlah saudaraku, semakin banyak dosa dan ulah Anda yang menyelisihi
syari'at Allah, maka semakin besar pula peluang datangnya penyakit kepada anda.
Keputusan ada di tangan ada, akankah Anda terus memperlebar pintu datangnya
penyakit atau sebaliknya, Anda mempersempit bahkan menutup pintu penyakit.
2) Jauh Dari Kerahmatan Allah.
Saya yakin, Anda percaya bahwa kesehatan adalah bagian dari nikmat dan karunia
Allah. Dan sudah barang tentu, cara terbaik untuk mendapatkannya ialah dengan
mendekatkan diri kepadanya. Bukankah demikian saudaraku? Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, "Setan
senantiasa mengikatkan pada tengkuk salah seorang dari kalian bila ia tidur
tiga ikatan, lalu ia memukul setiap ikatan (agar menjadi kuat) sambil berkata:
"malam masih panjang, maka tidurlah" bila ia terjaga, kemudian ia
menyebut nama Allah, maka terurailah satu ikatan, bila ia berwudlu, maka
terurailah satu ikatan, dan bila ia menunaikan sholat, maka terurailah satu
ikatan, sehingga iapun pada pagi itu dalam keadaan bersemangat dan berjiwa
baik, bila tidak, maka ia akan berjiwa buruk dan malas." (Muttafaqun
'alaih).
Dengan jelas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa
diantara akibat langsung dari perbuatan anda melalaikan salah satu dari ketiga
hal di atas ialah jiwa anda menjadi buruk, dan semangat anda luntur, serta
merasa malas.
Imam An Nawawi berkata, Dari tekstual hadits ini, dipahami bahwa orang yang
ketika bangun pagi tidak melakukan ketiga hal berikut semuanya, yaitu:
- Membaca
dzikir (menyebut Allah)
- Berwudhu.
- Dan
Sholat, maka ia termasuk orang yang berjiwa buruk dan pemalas." (4)
Ibnu Hajar Al Asqolani juga menegaskan
hal yang sama, hanya saja beliau menambahkan, "Hanya saja tingkat
keburukan jiwa orang yang tidak melakukan tiga hal di atas berbeda-beda. Orang
yang hanya berzikir ketika bangun dari tidur, tingkat keburukan dan rasa
malasnya lebih ringan dibanding orang yang tidak melakukan ketiga hal itu sama
sekali." (5)
Sebaliknya, bila anda menjalankan sholat subuh dengan memperhatikan syarat,
rukun, sunnah dan kekhusyuannya, berarti anda berada dalam perlindungan Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Barang siapa yang
menunaikan sholat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah." (HR.
Muslim)
Bila telah berada dalam jaminan Allah, akankah ada suatu kekuatan yang mampu
mencelakakan Anda?! Mungkinkah ada suatu penyakit yang mampu mengganggu
kesehatan anda?
Ibnu Katsir mengisahkan dalam kitabnya Al Bidayah wa An Nihayah: bahwa Imam Abu
At Thoyyib At Thobari walau telah berumur lebih dari satu abad (100 tahun),
masih dalam keadaan sehat badan, tidak berubah sedikit pun dari ingatan dan
akal pikirannya, serta tidak ada tanda-tanda kepikunan. Bahkan pada suatu hari
beliau naik perahu, tatkala telah tiba di pantai, beliau keluar dari perahu
dengan meloncat. Suatu hal yang tidak dapat dilakukan, sekalipun oleh para
pemuda. Maka murid-muridnya yang bersama beliau bertanya, “Mengapa engkau bisa melakukan
seperti ini wahai Abut Thoyyib?” Beliau pun menjawab, “Ini adalah anggota
badanku yang senantiasa aku jaga di kala aku masih muda, sehingga sekarang
berguna bagiku disaat aku telah tua.”(6)
3) Ujian Iman.
Saudaraku! Apakah Anda mengira bahwa Anda bebas mengklaim diri sebagai orang
yang beriman tanpa ada ujian? Tidak saudaraku. Tidak sekali-kali Anda mungkin
dapat luput dari ujian Allah. Karenanya, persiapkan diri, mental dan iman Anda,
agar Anda dapat menjalani ujian ini dengan baik. Dengan demikian Allah-pun
semakin mencintai Anda. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), "Apakah manusia itu mengira
bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang
mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum
mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan
sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (QS. Al Ankabut 2-3)
Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengisahkan bahwa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,"Sesungguhnya bila Allah mencintai suatu kaum, niscaya Ia akan
menguji mereka. Maka orang yang menerima ujian itu dengan ridho, maka Allah-pun
ridho kepadanya. Sedangkan orang yang tidak suka (berkeluh kesah), maka
Allah-pun tidak menyukainya." (HR. At Tirmizi dan Ibnu Majah. Syaikh
Al Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih).
Ketahuilah saudaraku!
Kebahagian hidup di dunia yang sejati dan kekal hanya dapat Anda capai bila
Anda ridho dengan segala takdir Allah. Dengan sifat inilah Anda dapat merasakan
indahnya kenikmatan dan terhindar dari rasa pedih musibah.
Sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu berkata, "Sesungguhnya Allah Yang
Maha Adil, meletakkan kedamaian dan kebahagiaan pada iman dan ridho.
Sebagaimana Allah juga meletakkan rasa gundah dan duka pada keraguan dan
kebencian (keluh kesah)." (7)
Penutup
Sebagai penutup, perkenankan saya bertanya: Masihkah Anda beranggapan bahwa
pengobatan yang mujarab hanya milik orang kaya? Akan tetapi, yang benarkah Anda
percaya dan beriman ? Marilah kita bersama-sama menemukan buktinya. Wallahu
Ta'ala a'alam bisshawab.
Catatan:
1. Zadul Ma'ad oleh Ibnul Qayyim
2. Tafsir Ibnu Abi Hatim 10/3279 & Tafsir Al Baghowi 7/355.
3. Tafsir Ibnu Jarir 27/234, dan Tafsir Ibnu katsir 4/314.
4. Syarah Shahih Muslim oleh Imam An Nawawi 6/67.
5. Fathul Bari oleh Ibnu Hajar Al Asqalani 3/26.
6. Al Bidayah wa An Nihayah 12/85.
7. Riwayat Ibnu Abid Dunya dan Al Baihaqi.
Insya Allah bermanfaat.